Rabu, 21 Desember 2016

Tedhak Siten

“Tradisi Tedhak Siten”

           
Tedhak siten berasal dari kata dalam bahasa jawa yaitu tedhak yang artinya “turun” dan siten yang artinya “tanah”(berasal dari kata “siti”). Upacara tedhak siten merupakan salah satu tradisi adat jawa dimana anak yang berusia 7-8 bulan diturunkan pertamakalinya untuk berjalan di tanah bumi pertiwi. Upacara tedhak siten ini juga bertujuan untuk mengajarkan kemandirian pada anak. Upacara ini memiliki keunikan dan makan tersendiri bagi masyarakat jawa. Dalam upacara ini ada pesan moral yang disampaikan. Salah satunya sang anak akan diberi pilihan dari buku,pulpen, kalkulator,alat-alat dokter,dll. Ketika anak memilih satu diantara banyak benda itu yang pertamakalinya maka itulah yang menentukan pilihan profesinya saat ia besar kelak.
            Dalam melakukan upacara tersebut, banyak uga rampe yang diperlukan yaitu:
1.      Jadah 7 warna (meliputi: merah,hitam,putih,kuning,merah muda,biru,ungu).
2.      Tangga yang terbuat dari tebu ulung yang jumlahnya 7 buah anak tangga.
3.      Kurungan ayam.
4.      Banyu gege.
Sedangkan tahapan-tahapan yang harus dilakukan yaitu:
·         Tahap pertama
Anak dimandikan terlebih dahulu agar badannya bersih dengan tujuan agar sang anak dalam melakukan prosesi upacara nyaman. Selanjutnya sang anak dibimbing orangtuanya(ibu) untuk menginjak jadah 7 warna secara berurutan, dari warna gelap ke warna terang.
·         Tahap kedua
Setelah menginjak jadah sang anak dibimbing orangtuanya menaiki tangga yang terbuat dari tebu ulung secara perlahan.
·         Tahap ketiga
Sang anak didudukkan pada jenang yang terbuat dari blewah yang telah disediakan.
·         Tahap keempat
Sang anak dimasukkan dalam kurungan ayam yang dihiasi dengan janur dan pernak-pernik lainnya. Di dalam kurungan disediakan berbagai peralatan(mainan) dari berbagai profesi dan anak akan memilih satu diantara banyak peralatan tersebut.
·         Tahap kelima
Sang anak dimandikan dengan banyu gege dalam pengaron besar yang berisi air kembang setaman. Setelah dimandikan sang anak dikenakan pakaian baru untuk mengikuti upacara selanjutnya.
·         Tahapan keenam
Nenek menyebarkan undhik-undhik yang kemudian disebar untuk diperebutkan oleh semua orang(tamu undangan/kerabat) yang hadir disana.

Setelah melakukan semua prosesi barulah sang anak di suapi oleh ibunya untuk makan nasi kuning, yang telah disiapkan khusus untuk sang anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar